Tampilkan postingan dengan label wader. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label wader. Tampilkan semua postingan

Selasa, 13 Desember 2011

Beunteur, Kecil dan Gurih Namun Mulai Langka

Jenis ikan kecil ini hidup di air mengalir dan air tenang yang jernih dengan kualitas baik.  Beunteur adalah jenis ikan asli yang tersebar secara alami di Sumatera, Kalimantan, Jawa, Bali, Lombok dan Sulawesi.  Ikan ini dapat hidup pada ekosistem air tawar yang berada di dekat pantai hingga di daerah pegunungan (sampai ketinggian 2.000 m dpl).

Beunteur berukuran kecil s/d sedang dengan panjang total umumnya mencapai 10 cm.  Pada moncongnya terdapat 4 buah sungut.  Kebanyakan tubuh Beuntuer berwarna abu-abu kehijauan, zaitun, atau keperakan, dengan warna yang lebih gelap pada punggung. 


Dalam dunia ilmu pengetahuan, Beunteur tergolong jenis ikan dari suku (famili) Cyprinidae, dengan nama jenis Puntius binotatus.  Sesuai nama ilmiahnya, binotatus, Beunteur dicirikan dengan 2 buah bintik hitam yang terlihat di bagian punggung dan pangkal ekornya. Pada ikan-ikan yang muda sering pula terdapat 1 s/d 3 bintik tambahan di tubuhnya.  Bintik-bintik ini umumnya akan memudar dan menghilang saat dewasa.

Beunteur dikenal luas sebagai jenis ikan yang digemari untuk dikonsumsi.  Tidak memerlukan banyak jenis bumbu untuk membuat rasanya menjadi lezat.  Cukup dengan dikeringkan atau digoreng kering maka sudah bisa disantap sebagai kudapan ringan atau lauk yang nikmat ditemani sambal dan nasi hangat.

Karena ukuran tubuhnya yang kecil, serta perilakunya yang lincah, jenis ikan ini juga digemari di luar negeri sebagai ikan hias untuk dipelihara di dalam aquarium.

Berikut nama-nama lain dari Beunteur:
  • Jawa: Wader Cakul atau Wader saja
  • Banjar: Puyan
  • Bengkulu: Tanah atau Sepadak
  • Sumbar: Bilis
  • Inggris: Spotted Barb atau Common Barb
Bagi para pemancing, Beunteur menjadi tantangan tersendiri sebagai ikan target.  Ia hanya dapat dipancing dengan mata kail yang berukuran sangat kecil.  Sekalipun demikian, saat memakan umpan, Beunteur terkenal cukup galak.  Sensasi inilah yang sering ditunggu oleh para pemancing.

Beunteur dapat dipancing dengan cukup banyak ragam umpan.  Beberapa jenis umpan yang banyak digunakan adalah laron, rayap (puak), jenis cacing batang pisang yang telah membusuk, dan ulat buah belimbing.

gambar beunteur diunduh dari aslinya pada laman ini

Senin, 12 Desember 2011

Selamat Datang ...

Para pembaca yang budiman,

Selamat datang, selamat mampir mengunjungi blog ini.
Ini memang blog baru, belum banyak juga isinya.  Namun demikian si beunteur berharap kemunculan blog ini dapat menambah khasanah informasi bagi para penggemar ikan air tawar, jenis-jenis ikan lokal, pemelihara dan peternak ikan, para peneliti ikan, maupun para pemancing ikan air tawar di mana pun Anda berada.

Blog ini muncul karena keresahan dari beberapa orang penggemar ikan yang punya mimpi melestarikan jenis-jenis ikan air tawar lokal di Indonesia.  Berhubung penulis blog ini sedang tergila-gila pada jenis-jenis ikan air tawar kecil.  Maka isi blog ini akan banyak mengulas soal 2 jenis ikan kecil yang dikenal luas di Indonesia.  Kedua jenis ikan tersebut adalah:
  • Ikan Beunteur (bahasa Sunda) atau Wader (bahasa Jawa) atau Bilis (Minang) atau Puyan (bahasa Banjar) atau Tanah atau Sepadak (di Bengkulu).  Nama ilmiah ikan ini adalah Puntius binotatus.

  • Ikan Paray (bahasa Sunda) atau Wader Pari atau Lunjar Pari atau Lunjar Andong (bahasa Jawa), atau Pantao atau Seluang (di Sumatera), atau Cecereh atau Ikan Cere (bahasa Betawi).  Nama ilmiah ikan ini adalah Rasbora argyrotaenia. 

    Kedua jenis ikan ini kabarnya memiliki penyebaran yang cukup luas di Indonesia.  Keduanya dapat ditemui di Sumatera, Kalimantan, Jawa, Bali dan Lombok.  Kedua jenis ikan ini juga sangat digemari sebagai ikan konsumsi dengan rasa yang lezat.  Sayangnya, keduanya masih didapatkan/dipanen langsung dari alam.  Hingga saat ini nyaris tidak ada satu pun informasi yang cukup banyak tentang upaya pengembangbiakan kedua jenis ikan kecil tersebut.

    Melalui blog ini, penulis berharap dapat menggali berbagai informasi, sekaligus berbagi pengalaman dalam pengembangbiakan ikan Beunteur dan Paray. 

    gambar diunduh dari laman beunteur ini
    gambar lainnya diunduh dari laman paray ini