Beunteur berukuran kecil s/d sedang dengan panjang total umumnya mencapai 10 cm. Pada moncongnya terdapat 4 buah sungut. Kebanyakan tubuh Beuntuer berwarna abu-abu kehijauan, zaitun, atau keperakan, dengan warna yang lebih gelap pada punggung.
Dalam dunia ilmu pengetahuan, Beunteur tergolong jenis ikan dari suku (famili) Cyprinidae, dengan nama jenis Puntius binotatus. Sesuai nama ilmiahnya, binotatus, Beunteur dicirikan dengan 2 buah bintik hitam yang terlihat di bagian punggung dan pangkal ekornya. Pada ikan-ikan yang muda sering pula terdapat 1 s/d 3 bintik tambahan di tubuhnya. Bintik-bintik ini umumnya akan memudar dan menghilang saat dewasa.
Beunteur dikenal luas sebagai jenis ikan yang digemari untuk dikonsumsi. Tidak memerlukan banyak jenis bumbu untuk membuat rasanya menjadi lezat. Cukup dengan dikeringkan atau digoreng kering maka sudah bisa disantap sebagai kudapan ringan atau lauk yang nikmat ditemani sambal dan nasi hangat.
Karena ukuran tubuhnya yang kecil, serta perilakunya yang lincah, jenis ikan ini juga digemari di luar negeri sebagai ikan hias untuk dipelihara di dalam aquarium.
Berikut nama-nama lain dari Beunteur:
- Jawa: Wader Cakul atau Wader saja
- Banjar: Puyan
- Bengkulu: Tanah atau Sepadak
- Sumbar: Bilis
- Inggris: Spotted Barb atau Common Barb
Beunteur dapat dipancing dengan cukup banyak ragam umpan. Beberapa jenis umpan yang banyak digunakan adalah laron, rayap (puak), jenis cacing batang pisang yang telah membusuk, dan ulat buah belimbing.
gambar beunteur diunduh dari aslinya pada laman ini
