Berawal dari sebuah keinginan untuk menebalkan semangat dalam mengupayakan budidaya dan penyelamatan Ikan Beunteur dan Paray. Kami merasa hanya dengan semangat dan komitmen tanpa kendur, maka upaya ini bisa terwujud dan berkembang terus.
Dalam suatu siang, terlintas sebuah ucapan salam di benak salah seorang dari kami. Kata tersebut muncul begitu saja saat ia berkomunikasi dengan rekan lain di dunia maya. Secara umum ucapan salam disampaikan sebagai ucapan selamat, doa, harapan, serta ucapan penyemangat. Pada beberapa komunitas, ucapan salam yang khas dapat pula menjadi penanda jati diri komunitas tersebut.
Lalu seperti apa ucapan salam tersebut?
Ucapan tersebut adalah “Salam Bintik Dua”. Walau tadinya ia hanya muncul begitu saja, namun ternyata kata-kata tersebut memiliki makna khusus. Bintik dua adalah penciri utama jenis Ikan Beunteur. Ketika dewasa, ikan berukuran kecil ini dicirikan dengan 2 buah bintik hitam di tubuhnya. Bintik tersebut berada di bagian punggung serta di pangkal ekornya. Ciri fisik ini juga yang kemudian menjadi dasar penamaannya secara ilmiah, yaitu Puntius binotatus. Pada kata “binotatus”, terdapat dua kata yang digabungkan yaitu “bi” yang berarti dua, serta “notatus” yang berarti bintik atau noktah.
Sejak pertama kali ucapan salam tersebut digunakan, tanpa terasa ia menjadi penanda khusus bagi kami. Tanda bagi kami para pecinta ikan Beunteur dan Paray. Tanda bagi kami yang menggemari kegiatan memancing ikan Beunteur dan Paray. Serta tanda bagi kami yang sedang mengupayakan budidaya ikan Beunteur dan Paray.
Demikianlah sekelumit cerita di balik ucapan “Salam Bintik Dua”. Semoga cerita ini dapat memberikan gambaran secara jelas tentang latar belakang ucapan salam dari kami.
Salam Bintik Dua
Tampilkan postingan dengan label Puntius binotatus. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puntius binotatus. Tampilkan semua postingan
Senin, 12 Maret 2012
Selasa, 13 Desember 2011
Beunteur, Kecil dan Gurih Namun Mulai Langka
Jenis ikan kecil ini hidup di air mengalir dan air tenang yang jernih dengan kualitas baik. Beunteur adalah jenis ikan asli yang tersebar secara alami di Sumatera, Kalimantan, Jawa, Bali, Lombok dan Sulawesi. Ikan ini dapat hidup pada ekosistem air tawar yang berada di dekat pantai hingga di daerah pegunungan (sampai ketinggian 2.000 m dpl).
Beunteur berukuran kecil s/d sedang dengan panjang total umumnya mencapai 10 cm. Pada moncongnya terdapat 4 buah sungut. Kebanyakan tubuh Beuntuer berwarna abu-abu kehijauan, zaitun, atau keperakan, dengan warna yang lebih gelap pada punggung.
Dalam dunia ilmu pengetahuan, Beunteur tergolong jenis ikan dari suku (famili) Cyprinidae, dengan nama jenis Puntius binotatus. Sesuai nama ilmiahnya, binotatus, Beunteur dicirikan dengan 2 buah bintik hitam yang terlihat di bagian punggung dan pangkal ekornya. Pada ikan-ikan yang muda sering pula terdapat 1 s/d 3 bintik tambahan di tubuhnya. Bintik-bintik ini umumnya akan memudar dan menghilang saat dewasa.
Beunteur dikenal luas sebagai jenis ikan yang digemari untuk dikonsumsi. Tidak memerlukan banyak jenis bumbu untuk membuat rasanya menjadi lezat. Cukup dengan dikeringkan atau digoreng kering maka sudah bisa disantap sebagai kudapan ringan atau lauk yang nikmat ditemani sambal dan nasi hangat.
Karena ukuran tubuhnya yang kecil, serta perilakunya yang lincah, jenis ikan ini juga digemari di luar negeri sebagai ikan hias untuk dipelihara di dalam aquarium.
Berikut nama-nama lain dari Beunteur:
Beunteur dapat dipancing dengan cukup banyak ragam umpan. Beberapa jenis umpan yang banyak digunakan adalah laron, rayap (puak), jenis cacing batang pisang yang telah membusuk, dan ulat buah belimbing.
gambar beunteur diunduh dari aslinya pada laman ini
Beunteur berukuran kecil s/d sedang dengan panjang total umumnya mencapai 10 cm. Pada moncongnya terdapat 4 buah sungut. Kebanyakan tubuh Beuntuer berwarna abu-abu kehijauan, zaitun, atau keperakan, dengan warna yang lebih gelap pada punggung.
Dalam dunia ilmu pengetahuan, Beunteur tergolong jenis ikan dari suku (famili) Cyprinidae, dengan nama jenis Puntius binotatus. Sesuai nama ilmiahnya, binotatus, Beunteur dicirikan dengan 2 buah bintik hitam yang terlihat di bagian punggung dan pangkal ekornya. Pada ikan-ikan yang muda sering pula terdapat 1 s/d 3 bintik tambahan di tubuhnya. Bintik-bintik ini umumnya akan memudar dan menghilang saat dewasa.
Beunteur dikenal luas sebagai jenis ikan yang digemari untuk dikonsumsi. Tidak memerlukan banyak jenis bumbu untuk membuat rasanya menjadi lezat. Cukup dengan dikeringkan atau digoreng kering maka sudah bisa disantap sebagai kudapan ringan atau lauk yang nikmat ditemani sambal dan nasi hangat.
Karena ukuran tubuhnya yang kecil, serta perilakunya yang lincah, jenis ikan ini juga digemari di luar negeri sebagai ikan hias untuk dipelihara di dalam aquarium.
Berikut nama-nama lain dari Beunteur:
- Jawa: Wader Cakul atau Wader saja
- Banjar: Puyan
- Bengkulu: Tanah atau Sepadak
- Sumbar: Bilis
- Inggris: Spotted Barb atau Common Barb
Beunteur dapat dipancing dengan cukup banyak ragam umpan. Beberapa jenis umpan yang banyak digunakan adalah laron, rayap (puak), jenis cacing batang pisang yang telah membusuk, dan ulat buah belimbing.
gambar beunteur diunduh dari aslinya pada laman ini
Label:
beunteur,
bilis,
Puntius binotatus,
puyan,
sepadak,
Spotted Barb,
tanah,
umpan,
wader
Langganan:
Postingan (Atom)

