Masih sangat kecil dan nyaris tembus pandang. Jumlahnya lebih dari satu. Akhirnya dengan sigap kami pun bersegera memindahkannya dari kolam. Satu-persatu kami ambil burayak tersebut, sembari dihitung ... hasilnya tak banyak. Kami hanya memperoleh 6 ekor saja. Yaahh ... cukup lah, mungkin besok2 kami menemukan yang lainnya. Maklum hari semakin gelap, mata kami pun sudah "siwer" spt kena rabun ayam. Masa sih masih harus memaksa diri mencari anakan beunteur yg baru saja menetas ini.
Selang 2 hari setelah itu ... tanggal 30 Januari 2012, kami kembali dikejutkan oleh para beunteur2 ini. Iseng2 mencari tahu apa yg terjadi di bawah akar2 Eceng Gondok. Ternyata di situ kami menemukan bulatan2 berwarna kekuningan yg terselip di sela akar. Tak lain dan tak bukan bulatan tersebut adalah TELUR-TELUR BEUNTEUR!!Maka operasi penyelamatan pun dilakukan segera. Sang Eceng Gondok kecil dimana kami menemukan telur yg terselip pun dievakuasi ke dalam akuarium. Sementara di akuarium sebelahnya dijadikan tempat evakuasi burayak yang 6 ekor.
Rasanya seperti mimpi saja. Tanpa dinyana beunteur2 kami telah banyak memberikan kejutan luar biasa. Alhamdulillaaah ....
